TERBANGLAH

SKETSA WAJAHMU MASIH MENGGURAT

AUMAN SUARAMU MASIH MENGGELEGAR

TAJAMNYA TATAPMU MASIH MENUSUK

BIARPUN HARUBIRU TERSEKAT DALAM LABIRIN METAPORA

Willibrordus Surendra Broto Rendra

Willibrordus Surendra Broto Rendra

BURUNG-BURUNG TERBANG MENCARI DAUN DAN RANTING

BERSIAP MEMBANGUN SARANG EMPUK DARI ANYAMAN ASA

SAMBUT SI BURUNG MERAK KEMBALI KE HARIBAAN

PADUAN DOA DAN UCAPAN TERBUNGKUS DALAM PUTIHNYA AWAN

BERLAKSA-LAKSA KATA TERCECER DALAM CARIK-CARIK KERTAS USANG

MENUNGGU MAKNA BARU YANG MASIH TERSISA……..

DARI HARI KEMARIN UNTUK MATAHARI ESOK

YANG MENYENGAT JAMRUD KHATULISTIWA HINGGA FAJAR SURUT

WAHAI SI BURUNG MERAK…..

TELAH KAU BAKAR SEMANGAT JIWA DARI KEPAK SAYAPMU

TELAH KAU HEMPASKAN DINGIN DI SANUBARI …

CAHAYA DALAM WARNA BULUMU HIASI SISA HARI INI DAN ESOK

KAU TELAH AJARKAN TENTANG SEJATINYA PERJUANGAN

SEPERTI MATAHARI YANG SELALU MEMANDU MATA HATI

JIKALAU BINTANG-BINTANG MERENUNG DALAM HYMNE-NYA

RONA MALAM TELAH PULAS DALAM TIDURNYA YANG PANJANG!

NAMUN AKU SUDAH SIMPAN BULU EKORMU YANG TANGGAL

KUSIMPAN DALAM DEKAPAN TERDALAM

KAN KU WARISKAN BAGI TERANGNYA MAYAPADA

HARI INI, ESOK LUSA DAN DI TITIK NADIRKU!

(DEDIKASI WS. RENDRA)

EKA P KUSUMAH