EKA P KUSUMAH

GERIMIS

Senja tersiram hujan, dipenghujung nopember

Setelah puisi ku larut dalam segelas capucino

Itupun tak lama setelah dedaunan bercerita tentang bunga yang ranum dalam kelopaknya

Lalu……….. kunang-kunang menyapa dalam sisa gerimis.

Masih adakah nyanyian dalam kehangatan balutan sutera

Ketika  dinginya waktu beringsut dicakrawala.

Nopember 1998

MASIH JANUARI

Masih saja berdiri mencari garis-garis yang memanjang saling memotong

Masih saja tertegun dalam balutan bait-bait keraguan

Masih saja bernyanyi lantunkan symphoni memabukan

Dan diantara beningnya cahaya matamu

Kutangkap …. aroma harumnya keniscayaan

Membelah nurani hingga tak berujung

Menggoda ….. landai dan meruncing.

Jan 00

RINAI

Rinai …..

Haruskah aku bertanya tentangnya?

….. hanya terdiam dalam kepekatan.

Rinai ……

Dimanakah gerangan kasihnya?

….. hanya bayangan yang coba menjawab dengan kebisuan.

Rinai …. ..

Akankah ia berkunjung padaku?

….. hanya ketika pintu itu diketuk oleh waktu.

Rinai ……..

Bolehkah ciuman membangunkan tidurnya?

…… tidak hanya untukmu,…. dan bukan juga untuknya!

Rinai ….., lalu,……

Biarkan aku terbakar ole api cemburumu…

Maret 00

PENYAIR TUA

Ia sudah lupa cara menata kata

Ia sudah lupa bagaimana bertutur

Ia sudah pula lupa menumpahkan semangkuk makna

Ketika ia tertidur bermimpi dalam lautan kosakata

Lalu ketika ia terbangun……..

Tak mampu lagi bertanya tentang arti semantik

……hingga hanya bertemankan matahari yang selalu setia

……hingga tinggal gunung bisu yang masih ajeg dalam duduknya

…..kemudian iapun bergegas untuk tidur dalam keabadianNya

April 2001

Iklan